Bangkok on the Cheap (1)

25 05 2010

Oleh Immanuel Sembiring

Seorang teman pernah berkomentar kepada saya, “Kamu mesti gajinya udah gede banget sampai bisa liburan ke luar negeri lama sekali”. Komentar ini diberikan sepulang saya berlibur bersama istri di Bangkok selama 8 hari saja.

Now, lepas dari serius atau bercanda atau menyindir atau ngeledek, taken at face value intinya adalah implikasi kalau bisa berlibur ke luar negeri mesti punya modal duit gede. Well, at least dalam kasus berlibur ke Thailand, this simply is not true.

Sayang sekali memang, bahkan mereka yang sudah sering ke Bangkok pun seringkali terpaku menggunakan jasa travel agencies dan tinggal di hotel-hotel berbintang simply karena tidak tahu alternatif lainnya.

To repudiate that remark about “gaji gede” (karena memang alangkah jauhnya itu dari kenyataan), dan untuk menjawab permintaan beberapa kawan yang – seperti saya – suka (atau baru ingin) traveling murah dan perlu saling bertukar info, here it is fellas, Bangkok On The Cheap (note: Tulisan ini ditujukan kepada target audience di atas.. So those of you who’ve been there, done that, bought the T-shirt, no need to smirk and remark, “Aahh..itu mah gue juga tahu…” This Note isn’t for you then).

FIRST OFF, GETTING THERE

Untuk yang ke Bangkok dengan biaya dinas, tentunya hal ini tidak masalah. Tinggal bilang ke travel agent langganan kantor ybs apakah mau naik Garuda atau Singapore Airlines atau Thai Air atau Malaysian Airlines, those flagship airlines. Mahal gak masalah karena dibayari kantor.

Untuk yang bepergian dengan biaya sendiri dan bukan orang sugih atau yang dari bapak atau embahnya sudah sugih, tidak ada pilihan lain, harus rajin browsing cari info tiket murah, di internet (travel websites ataupun airlines websites) ataupun di surat kabar.

Biasanya kalau bicara tiket murah, top of mind-nya adalah Air Asia. While it is true that Air Asia often offer very low-priced tickets, it is advisable to also browse other airlines’ ticket prices. It may be worth it. Saya pernah dapat tiket ke Bali dari Lion Air yang jauh lebih murah daripada tiket Air Asia.

Baiknya lakukan browsing ini sejak jauh jauh hari. Biasanya makin jauh jarak waktu dari kita book tiket sampai ke tanggal keberangkatan, makin rendah harga tiket yang bisa dapatkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan kalau mau dapat tiket murah, carilah waktu penerbangan yang bukan ‘peak season’. Naturally, di peak seasons harga-harga tiket (dan penginapan) akan melambung. Peak season ini bisa berarti peak season di Indonesia (Ramadhan, Idul Fitri, akhir tahun, musim libur anak sekolah, or even simple weekends) ataupun peak season di negara tujuan (do your homework kalau mau irit! Pelajari dulu.).

Terakhir, walaupun tidak terlalu ada hubungannya dengan biaya, saya rekomendasikan untuk pergi ke Bangkok sekitar bulan Oktober – Januari, saat di Bangkok sedang ‘cool season’. The hot season sekitar Februari – Mei bikin cuaca di Bangkok sangat sumuk, lebih sumuk dari Jakarta. Kurang asyik buat jalan outdoor. Sedangkan wet season the rest of the year juga bisa jadi masalah saat kita sedang jalan outdoor, di pantai misalnya.

DI BANGKOK

Nah, assuming kalian sudah dapat tiket murah ke Bangkok, langkah pengiritan pertama sebenarnya sudah bisa dimulai sejak dari Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, dalam hal transportasi dari bandara ke kota/tempat menginap.

Biasanya selepas kita dari imigrasi bandara, setelah kita mengambil bagasi kita akan menjumpai banyak tawaran airport taxi, baik dari petugas-petugas resmi berseragam maupun dari papan-papan pengumuman. Taxi-taxi yang ditawarkan ini biasanya adalah ‘limousine taxis’ yang menggunakan mobil-mobil ‘mewah’. Now, while these limousine taxis are quite comfortable and reliable, I personally don’t think they deserve the 2000 Baht price tag (sekitar Rp 600ribu. Of course, kalau ke sini biaya dinas ya silakan saja pakai dan klaim ke kantor biayanya). Plus, manja kali pun…

Alternatif yang lebih murah dari limousine taxis ini adalah naik taxi-taxi biasa saja. Ignore tawaran-tawaran limousine taxis dan berjalanlah menuju taxi stands dan antri taxi biasa di situ. Dari bandara ke kota paling sekitar 600 Baht. Cocok banget kalau bepergian beberapa orang, jadi bisa share ongkosnya.

Kalau mau lebih ngirit lagi, carilah pool bis resmi bandara/Airport Express. Tarifnya ke kota tidak jauh-jauh dari 150 Baht (sekitar Rp 45ribu). Seperti juga bus Damri bandara di Jakarta, ada beberapa trayek bis bandara di Bangkok. Pilihlah bis yang ke arah tempat penginapan yang sudah di-booking. FYI, ‘backpacker center’ di Bangkok ada di area Khao San Road, Banglamphu. Ambil bus yang ke sana, kalau tidak salah nomornya AE1. Beli tiket di ticket booth, nanti akan diperiksa di atas bis.

Oya, satu lagi keuntungan naik bis bandara ini, di atas bis biasanya ada brosur-brosur penginapan murah. Di brosur itu terkadang dilampirkan voucher diskon di hotel tertentu. Terakhir ke sana, di atas bis sedang ada voucher diskon 10% di grup hotel Sawasdee (Hotel Sawasdee ini punya sekitar 4 hotel di area Khao San Road – Soi Rambutri sendiri. Recommended pick: Sawasdee House yang ada di jalan Soi Rambutri. Nice location dengan sidewalk terrace café yang sangat asyik untuk nongkrong well into the night).


PLACES TO STAY – LOW LOW LOW END

Kalau membicarakan penginapan murah meriah di Bangkok, tidak bisa tidak kita akan menyebut Khao San Road (atau Thanon Khao San, Thanon = Road/Jalan in Thai) di bilangan Banglamphu. Khao San Road ini adalah secarik jalan yang kiri-kanannya dipenuhi backpacker hotels/hostels/motels/guesthouses. Soal harga, you can go from as low as 200 Baht (1 Baht sekitar Rp 300, jadi mulai sekarang itung sendiri ya..) for a basic room tanpa AC tanpa TV dan shared bathroom to around 500 Baht for a room with air conditioner with private hot-cold shower and no TV to around 1200 Baht for a hotel room with AC, hot-cold shower and TV (and sometimes these upper end hotels have swimming pools too).

My suggestion is to take the middle road: Kamar seharga 400 – 500 Baht semalam dengan AC, private shower and no TV. Why? You don’t need to pay hundreds of Baht extra for a TV that you will rarely watch (since you’ll most likely be out of your room to enjoy your holiday) or simply won’t understand anyway (jarang ada siaran bahasa Inggris, kebanyakan local news dan sinetron atau game show berbahasa Thai). Dan kenapa tidak ambil kamar yang harga paling murah? Simply soal shared bathroomnya aja yang buat gue bermasalah. See, males banget kalo mesti antri kamar mandi, apalagi pagi-pagi pas perut ini suka rese. Dan lebih males lagi kalau udah di kamar mandi ditungguin orang antri di luar, apalagi kalau sampai diketok, apalagi kalau kita lagi nongkrong sambil baca majalah di dalam J . Alasan lainnya adalah Air Conditioning yang, untuk hawa Bangkok yang cenderung panas, untuk saya jadi esensial.

Nah, yang recommended hotel mana? No worries. Tinggal jalan dulu aja datengin satu-satu hotel/hostel/motel/guesthouse sepanjang Khao San Road ini (jangan lupa juga untuk cek Soi Rambutri, sebuah jalan yang parallel bersebelahan persis dengan Jalan Khao San ini yang juga dipenuhi penginapan backpackers dan other backpackers’ facilities, tapi lebih tenang, lebih leafy/berpohon dan tidak se-hectic Thanon Khao San) Jangan cepat-cepat menentukan pilihan. Jangan malu malu menanyakan tarif kamar dan minta lihat kondisi kamarnya sampai kamu temukan yang paling cocok untuk selera dan kantongmu.

Tip kecil dalam mencari kamar: Sempatkan juga untuk melihat-lihat guesthouses yang ada di gang-gang di belakang dan sekitar Thanon Khao San ini. Biasanya tempat yang ada di gang-gang itu (yang jaraknya paling cuma satu menit jalan kaki dari Khao San’s main road) menawarkan kondisi kamar yang sama dengan harga yang lebih murah daripada hotel/hostel/guesthouses yang berada tepat di Thanon Khao San.

And to the snobs among you, yang mengernyitkan hidung begitu mendengar kata “penginapan murah”, jangan salah, tempat-tempat ini terjaga kebersihannya dan bukan tempat mesum. Khao San bukan kawasan lampu merah seperti Patpong, Nana Entertainment Center atau Soi Cowboy. With all its merriment and excitement and liveliness, it is still perfectly okay for a family to bring their kids here.

Please note that it is recommended to book ahead to ensure you have a room ready at least for the first one or two nights that you are in Bangkok. Most hostels/guesthouses prefer internet booking, so check out their websites (look ‘em up in your Lonely Planet guidebook)

To me, Khao San (and Soi Rambutri, for that matter) is not just a place to stay. Daerah ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas turis yang membuat saya bisa merasa betah 2 hari nangkring di area ini saja tanpa beranjak ke mana-mana. Selain penginapan murah, Khao San dan Soi Rambutri ini penuh dengan sidewalk cafes, restoran, money changers, the ever present Seven Elevens, pedagang kaki lima yang menjual berbagai pernak-pernik turis, makeshift bars/bar ‘kagetan’ (yang cuma dengan bermodal meja, beberapa kursi plastic yang digelar di trotoar, dan tentunya berbotol-botol booze dan voila! You got yourself a bar!), clubs, travel agents, secondhand bookshops, dan tentunya great street food scene. Check out the photos below

lanjutan tulisan ini dapat dibaca disini


Aksi

Information

3 responses

10 10 2010
blackwhiteandpink

hi… it will be my first visit to thailand in november, taking my mom along, this is what makes me worry, i dont think too much when travelling solo but with my mom I need to prepare where to stay, what to eat we are moslem)..

can you direct me to a nice budget hotel that you see on your own base on your experience, coz there no way I walk around to find them on the spot with my mom beside me.. ?? you know what I mean, elder people get tired soon🙂 thanks

31 10 2012
honeymoon suite Benoni

I relish, result in I found exactly what I used to be taking a look for.
You have ended my four day long hunt! God Bless you man. Have a nice day.
Bye

28 02 2014
Bangkok on the Cheap (2) - Majalah Backpacker Indonesia

[…] bagian awal tulisan ini dapat dibaca disini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: